7 Kesalahan Ini Dapat Membuat Menyesal Seumur Hidup

September 14, 2014
oleh

0

Waktu di masa lalu tak akan pernah bisa kita dapatkan kembali. Masa depan pun masih menyimpan misterinya sendiri. Berapa kali dalam hidup ini Anda merasa menyesal, baik menyesal karena telah melakukan sesuatu atau karena telah melewatkan sesuatu? Kesalahan dan hal-hal yang telah lalu terkadang menyisakan rasa penyesalan dalam diri, tapi bukan berarti kita akan menghabiskan […]

Dialog Uang Dalam Kotak Amal

September 11, 2014
oleh

0

“Asyik.. Asyik… aku masuk ke dalam kotak amal.” Goci berteriak senang. Ia pun langsung berbaur dengan dengan uang-uang lainnya, ada si Sebi (seribu), si Gopi (lima ratus), si Sepu (Sepuluh ribu), si Dopu (dua puluh ribu), si Limbu (lima puluh ribu) dan si Sertu (seratus ribu). “Hai kawan-kawan. Senangnya bertemu dengan kalian di sini. Ssemoga kita bisa menjadi saksi dari orang-orang yang menaruh kita ke dalam kotak amal ini.” Goci menyapa semua uang di dalam kotak amal bening itu. Semua uang tersenyum menyambut kedatangan si Goci. Kotak amal bening yang berada di Masjid Akbar, senantiasa menjadi pemandangan umum para jamaah yang hilir mudik hendak melaksanakan shalat. Keberadaannya di depan pintu masjid sangat strategis, tidak jarang orang-orang dengan senangnya “menitipkan” uangnya ke dalam kotak amal. Tapi ada juga yang enggan atau pura-pura tidak melihat bahwa di depannya ada kotak amal. Dan hari ini adalah hari bersejarah bagi Goci. Bukan karena nilainya yang termasuk besar yang ada di dalam kotak amal. Tapi karena si pemilik Goci sebelumnya yang ia tahu bukanlah orang yang tergolong mampu. Hanya si bapak tukang sapu jalanan. Goci sempat melirik wajah bapak itu sebelum memasukkan Goci kedalam kotak amal. Tersirat keikhlasan dalam wajah lugunya. Goci sempat mendengar gumaman bapak itu, “Ya Allah, terimalah sedekahku untuk rumah-Mu, semoga uang ini bisa bermanfaat.” Sebelum berada di kotak amal dan milik si bapak tukang sapu jalanan, Goci adalah milik orang kaya yang memberikan Goci pada bapak tukang sapu jalanan. Sebagai imbalan karena telah membantu menyapu halaman rumahnya, alasan orang kaya itu memberi. Dan kejadian itu belum berlangsung lama. Hanya sekitar dua puluh menit sebelum Goci di masukkan kedalam kotak amal, beberapa saat sebelum azan ashar berkumandang. Tapi bapak tukang sapu jalanan itu merasa bahwa uang yang di dapat hari ini sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup dirinya bersama istri dan keempat anaknya yang masih kecil, maka Goci pun langsung berpindah ke kotak amal. Goci amat terharu. Ia bisa menjadi tabungan kebaikan bagi bapak tukang sapu jalanan. Nilai yang biasanya hanya di berikan dari kantong orang-orang kaya. Tapi kali ini bukan orang kaya yang memasukkan Goci ke kotak amal, hanya orang biasa. Yang mungkin karena ketulusannya bisa menjadi istimewa di hadapan Allah. Goci ingat. Ketika pemiliknya masih orang kaya, ia berada di dompet pemiliknya dalam waktu lama. Justru yang sering keluar dari dompet adalah si Limbu dan si Sertu. Itupun yang Goci tahu, kawannya itu meninggalkan dompet pemiliknya tatkala Goci dan kawan-kawan berada di pusat perbelanjaan mewah. Pernah suatu kali, pemiliknya itu pergi ke Masjid Akbar. Saat itu, ia hendak melaksanakan sholat zuhur sehabis makan siang. Seusai sholat ia melirik ada kotak amal bening. Sempat berfikir lama, akhirnya ia merogoh kantong dan menemukan si Sebi. Dan masuklah si Sebi ke kotak amal itu sebagai penghuni. Meski Goci dan Sebi pernah di miliki oleh orang yang sama sebelumnya, tapi mereka belum pernah berjumpa. Mereka sadar bahwa mereka pernah di miliki oleh orang yang sama justru ketika mereka berjumpa dalam kotak amal, saat mereka berbagi cerita. “Mungkin karena aku hanya berada di kantong celana sedangkan kau di dompet, jadinya kita tidak pernah bertemu.” Sebi memberikan penjelasan kepada Goci. “Alhamdulillah kita bertemu di sini ya Sebi. Padahal aku berharap yang memasukkanku ke dalam kotak amal adalah orang kaya itu.” Goci pun menerawang. “Tidak apa Goci, justru kamu akan menjadi lebih bernilai nanti di akhirat. Karena jumlahmu yang termasuk besar bagi bapak tukang sapu jalanan, tapi tidak menghalanginya untuk memberi yang terbaik untuk agamanya….” Si Limbu dengan bijak menghibur Goci. “… karena setahuku, jika yang memberikanmu adalah orang kaya itu akan berbeda nilai dalam pandangan Allah.” Limbu menambahkan. “ Loh, emang kenapa ? Bukankah Allah hanya melihat keikhlasan hambaNya dalam memberi ?” Tanya Gopi penasaran. “Memang benar, keikhlasan adalah yang utama. Tapi di samping itu bagi orang kaya, Goci mungkin tidak seberapa berharga dan orang kaya itu pasti punya banyak uang senilai Goci bahkan yang nilainya jauh lebih besar. Tapi bagi yang tidak mampu, mungkin Goci bisa jarang ia temui. Atau bahkan jika punya pun pasti sangat berharga untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.” Ujar Limbu. “…. Makanya Allah menilai usaha orang yang tidak mampu, lebih besar ketika beramal dengan jumlah yang sama dengan apa yang di berikan oleh orang kaya. Karena alasan tersebut.” Sertu menambahkan penjelasan dari Limbu. “Benar… benar… benar.” Dopi dan Gopi tersenyum. “Iya kawan-kawan. Mungkin jumlahku termasuk kecil bagi orang kaya, tapi ternyata tidak semua orang kaya mau memasukkanku ke dalam sini.” Goci terlihat senang. “Siapapun yang memasukkan kita ke dalam kotak amal ini, semoga hanya di landasi keikhlasan karena Allah, bukan karena ingin di lihat atau terpaksa.” Kata Sebi. “Aamiin.” Uang itu serempak berucap. Dan di sore nan sejuk itu, angin mengiringi langkah si bapak tukang sapu jalanan menyisir setiap jalan di ibu kota dan membersihkannya dari sampah-sampah. Dan uang-uang di kotak amal itu melantunkan doa terbaiknya untuk si bapak. “Secara fisik bapak itu terlihat miskin, namun hatinya sangat kaya. Ia adalah orang kaya sesungguhnya.” Goci berucap lirih. Rasulullah saw bersabda, “Satu dirham bisa mengalahkan seratus ribu dirham. Seseorang bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana mungkin satu dirham bisa mengalahkan seratus ribu dirham?” Beliau menjawab, “Ada seseorang yang memiliki dua dirham, lalu mengambil salah satu darinya dan menyedekahkannya. Yang lain, memiliki banyak harta, lalu mengambil darinya seratus ribu dirham saja.” (HR. Ahmad)

Posted in: Cerpen

Sa’ad bin Abi Waqash, Panah dan Doa Terijabah

September 2, 2014
oleh

0

Empat ribu kaum muslim syahid dalam sehari oleh angkatan perang Persia. Situasi yang tak terkendali dan penghianatan orang-oorang Irak terhadap pasukan kaum muslimin memaksa Amirul Mu’minin Umar Ibnu Khattab memutuskan berangkat sendiri memimpin pasukan di Qadisiyah. Amirul Mu’minin menunjuk Ali bin Abi Thalib sebagai wakil pemimpin di Madinah. Belum lama berjalan, sebagian anggota rombongan yang […]

Ditandai: , , ,
Posted in: Sahabat Nabi

Dengan Keimanan Seseorang Menjadi Pemimpin

Agustus 19, 2014
oleh

1

Beruntung orang yang beriman. Tapi jika hanya iman jelas tidaklah cukup. Karena itu cukupkanlah dengan amal saleh. Tapi sayang, pesan dalam Al Quran surah al-‘Ashr, iman dan amal saleh masih dianggap belum cukup; kecuali dibersamai dengan upaya saling mengingatkan kepada kebaikan dan kesabaran. Pesan moral dalam Al Quran surat ke-103 ini melandasai atas pentingnya nilai-nilai […]

Ditandai: ,
Posted in: Tausyah

Makna Dari Tadharru’

Agustus 18, 2014
oleh

0

Pada suatu malam di pelataran Ka’bah, Thawus bin Kisan ra mendapati Ali bin Husein yang lebih dikenal dengan Zainul Abidin ra- sedang bermunajat kepada Allah SWT. Dengan penuh pengharapan (tadharru’), terdengar ia merendahkan dan menghinakan dirinya diiringi dengan deraian air mata bermohon agar Allah SWT memberikan ampunan kepadanya. Setelah Ali bin Husein menyelesaikan munajatnya, Thawus […]

Ditandai: ,
Posted in: Tausyah

Mempelajari Takdir

Agustus 17, 2014
oleh

0

Hidup manusia tidak pernah lepas dari takdir Allah. Namun, takdir sering disalah-pahami dan dimaknai sebagai suratan nasib baik maupun buruk. Padahal, takdir merupakan sistem manajemen Ilahiyah yang dirancang sedemikian rupa oleh Allah untuk semua makhluk-Nya di alam raya ini. Desain Allah itu terkait erat dengan hukum kausalitas (sebab-akibat) dan proses alamiah tertentu. Karena itu, manusia […]

Ditandai: , ,
Posted in: Tausyah

Manfaat Memiliki Banyak Teman Dan Sahabat

Agustus 15, 2014
oleh

0

Banyak orang yang suka bepergian dengan teman-temannya, namun ada juga orang yang tidak terlalu suka keramaian dan tidak punya banyak teman. Biasanya mereka akan merasa sendiri atau memang melatih dan menjadikan diri mereka mandiri sepenuhnya seakan tidak butuh orang lain. Hal ini sebenarnya tidak baik Sahabat, Anda yang suka bersosialisasi malah memiliki kehidupan yang lebih […]

Ditandai: ,

Jasad Dan Ruh Al Quran

Agustus 14, 2014
oleh

0

Al Quran itu terdiri dari jasad dan ruh. Hal ini dijelaskan Rasulullah SAW dalam hadisnya, “Lahu dzahrun wabathnun” (baginya (Al Quran) mempunyai jasmani (zahir) dan ruhani (batin).” (Syarhussunnah) Dalam kitab Fadhailul Amal, disebutkan sebagian ulama berpendapat yang dimaksud dengan jasad Al Quran adalah merujuk pada kalimat-kalimat dalam Al Quran yang dapat dibaca dengan baik oleh […]

Ditandai: , ,
Posted in: Tausyah

6 Langkah Agar Lebih Optimis

Agustus 3, 2014
oleh

2

Sudahkan Anda berpikir optimis untuk memulai aktivitas hari ini? Berpikir optimis sangat penting agar aktivitas terus berjalan dengan aura yang positif dan tentu saja membantu Anda lebih sukses dalam pekerjaan. Perhatikan langkah-langkah berikut yang harus Anda lakukan agar pikiran terus optimis. 1. Jangan Terlalu Banyak Berpikir Hidup Anda cukup rumit dengan banyaknya aktivitas dan masalah. […]

Bangun Pagi Memudahkan Rejeki

Agustus 1, 2014
oleh

0

Tanpa mengurangi jam tidur sehat Anda, sebaiknya Anda mulai menggiatkan untuk bangun pagi. Ada ‘sihir ajaib’ yang membuat morning person lebih sukses dalam urusan karir dan kehidupan. Jadi, jangan dikira yang harus bangun pagi itu hanya anak sekolahan dan orang tua saja. Semua orang sukses memang punya rahasianya masing-masing, namun beberapa di antaranya menerapkan bangun […]

Ditandai: ,
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 26 pengikut lainnya.