Betapa Bodohnya Aku

Posted on 30 Maret 2012 oleh

0


Muslim

Senja hari mentari begitu indah dengan berwarna jingga, diteras rumah kududuk sambil memandangi lalu lalang manusia yang melintas depan rumahku, melintas seorang wanita yang tak lain adalah tetanggaku yang kost tak jauh dari rumahku, dia bernama Mawar seorang wanita cantik namun sangat disayangkan dia bekerja sebagai pramuria, seperti biasa usil kusapa dia “Mau bertemu pelanggan nih..? tidak takut neraka ya..?, namun dia hanya menatapku dingin sambil berlalu, dan terdengar adzan maghrib aku pun bergegas ke masjid untuk menunaikan kewajibanku sebagai seorang muslim.

**********

Udara dingin begitu mengusikku dan membuatku terbangun, kulihat jam 1:30 dini hari aku pun segera bangun dari tempat tidurku menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhku. Segera kukenakan pakaian untuk sholat tahajud, saat kuingin menggelar sajadah telinga ini merasa terganggu dengan suara kawan-kawanku yang bernyanyi di luar rumah, “Mau jadi apa mereka kerjanya hanya bergadang, tak ada hal yang bermanfaat untuk dilakukan” bisikku dalam hati.

Aku pun segera keluar menemui mereka “Tiap malam kerja kalian hanya seperti ini, apa kalian tidak malu kepada Allah, lebih baik kalian seperti saya yang selalu beribadah kepadaNya..”, mereka hanya saling berpandangan sambil menggelengkan kepala dan aku pun kembali masuk kedalam untuk melaksanakan sholat tahajud.

**********

Waktu telah menunjukkan pukul 4 pagi, untuk menunggu adzan subuh kulantunkan ayat-ayat suci Al Quran dengan nada yang begitu keras agar orang lain mendengar dan yang masih terlelap agar terbangun supaya mereka tau lebih baik bangun untuk sholat subuh daripada mereka masih terlelap bersama mimpinya.

Adzan subuh pun berkumandang dan aku pun langsung menuju ke masjid untuk sholat, terlihat si Mawar baru pulang dari aktifitasnya dan aku pun usil bertanya “Dapat pelanggan berapa malam tadi..? langsung sholat subuh yuk seperti aku nih biar dapat pahala..”, seperti biasa dia menatapku dingin sambil berlalu pergi.

**********

Senja berganti senja dan seperti biasanya aku duduk teras rumah sambil memandangi manusia yang melintas didepan rumahku, seperti ada yang hilang dalam hidupku yang biasa aku lakukan yaitu menyapa si Mawar, hatiku pun berbisik “Sudah beberapa hari ini tak pernah kulihat lagi dia kemana ya..?”

Rasa penasaran aku pun pergi ketempat kost Mawar dan bertanya kepada Ibu kostnya “Maaf bu si Mawar kemana ya..?”, sambil tersenyum Ibu kost menjawab pertanyaanku “Dia sudah pindah..”, “Hem baguslah bu jadi kampung ini tidak ternodai oleh prilakunya..” kataku sambil pamit untuk pulang.

**********

Hari yang begitu cerah kupergi menuju kerumah temanku yang rumahnya berjarak 1 jam dari rumahku, sampai di mulut gang ku lihat bendera berwarna kuning dan banyak pelayat yang berdatangan ke salah satu rumah, hatiku berbisik “Duhai para wanita mengapa engkau berjilbab hanya pada saat melayat saja..”, rasa penasaran aku pun masuk kedalam rumah itu untuk mengetahui siapa yang meninggal, “Astaghfirullahal azhim.. ternyata si Mawar..” hatiku bergumam “Pasti dia masuk neraka akibat prilaku buruknya..”, namun hatiku bertanya-tanya “Mengapa wajahnya begitu berseri laksana sang rembulan dan tersenyum penuh keikhlasan”.

Aku pun melihat ke kanan dan ke kiri kulihat ada seorang ustadz yang sedang duduk di depan rumah ini, untuk mengobati rasa penasaran ini ku coba dekati dia dan bertanya “Maaf  Pak Ustadz.. apa Bapak tahu apa yang terjadi pada jenazah ini..?”, Pak Ustadz pun mulai bercerita “Ketika saya sedang duduk didepan  masjid selesai habis sholat isya dia datang dan bertanya apakah dirinya yang berlumuran dosa masih bisa diampuni oleh Allah, lalu saya katakan semua dosa akan di ampuni kecuali menyekutukan Allah sebagaimana firman Allah dalam surah An Nisa ayat 48 “sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya, barang siapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar”, lalu dia pun masuk kedalam masjid untuk sholat taubat dan memohon ampun kepada Allah, setelah itu dia pamit pulang namun baru beberapa langkah dia terkulai lemas dan akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.”

“Menurut Pak Ustadz apakah dia masuk syurga atau neraka..?” tanyaku penasaran, “Wallahu a’lam.. semua itu hanya Allah yang mengetahui, tapi ada hadits yang mengatakan yang diriwayatkan oleh Bukhari “sesungguhnya ada orang secara lahiriah terlihat berbuat amal ahli surga, padahal ia ahli neraka, dan ada seseorang yang secara lahiriah ia berbuat amal ahli neraka, padahal ia ahli surga” katanya, aku pun bertanya lagi “Maksudnya Pak Ustadz”, Pak Ustadz kemudian menjelaskan “Seseorang melakukan amal kebajikan namun disertai dengan sifat riya, ujub dan seseorang melaukan keburukan namun dihatinya menyadari itu salah dan bertobat”, aku pun terperanjat terasa gemetar tubuh ini “Betapa bodohnya aku selama ini, aku berfikir kalau dia akan masuk neraka tapi kenyataannya dia meninggal dalam keadaan khusnul khotimah, sedangkan aku yang merasa surga sudah digenggaman ternyata akan masuk neraka, astaghfirullahal azhim ampuni aku ya Allah..”

(Oleh: Jimmy Al Ghazali Indra)

Posted in: Cerpen