Untung-untungan “Siapa Tau Saja”

Posted on 24 Mei 2012 oleh

0


Tak bisa dipungkiri banyak sekali orang yang ingin cepat menjadi kaya. Salah satunya menjadi kader partai lalu menjadi caleg dan kemudian duduk di gedung MPR. Salah satu cara untuk menjadi kaya ini memang gampang-gampang susah karena membutuhkan banyak biaya pada awalnya. Mencari dukungan masa dan tidak sedikit biaya yang dikeluarkan pada saat kampanye. Alasannya sih cuma buat uang bensin para motoris yang ikut berkampanye dan untuk pembuatan kaos yang bergambar dirinya.

Menjadi caleg bisa juga disebut perjudian nasib. Karena mereka pertaruhkan harta mereka. Kalau menang dan menjadi anggota dewan dia akan beruntung serta akan kembali modal. Lalu bagi yang kalah dia akan menderita kerugian dan syukur-syukur kalau tidak stress dan gila.

Khusus bagi yang menang dan kebetulan mempunyai kemampuan dalam mengatasi permasalahan yang ada di dalam negeri serta memang niat dia tulus untuk mengemban amanah rakyat, itu tidak pernah menjadi persoalan. Justru yang menjadi persoalan adalah mereka yang pada awalnya berniat menjadi anggota dewan hanya untuk mencari kekayaan. Mereka tidak punya kemampuan dalam mengatasi permasalahan yang ada di dalam negeri dan di kepalanya hanya berpikir bagaimana caranya bisa kembali modal bahkan bisa untung berlipat-lipat.

Dan orang-orang semacam ini banyak sekali bergentayangan di Republik ini. Dan anehnya mereka berkembang biak dari periode ke periode. Rakyat akhirnya sakit hati dibuat olehnya. Dan rasa sakit hati ini tak pernah hilang bahkan semakin bertambah setiap kali usai pemilu. Namun anehnya rakyat tak pernah jera meskipun sudah berkali-kali sakit hati . Karena rakyat hanya memegang sebuah kalimat ketika melakukan pencoblosan pada saat pemilu, yaitu kalimat “Siapa Tau Saja” yang merupakan untung-untungan.

(Oleh: Jimmy Al Ghazali Indra)

Posted in: Serba-serbi