Menghasilkan Bercinta Yang Baik

Posted on 17 September 2013 oleh

0


Pecinta yang baik sekalipun, terkadang dapat “tergelincir” pada kebiasaan buruk. Enam kebiasaan berikut dapat memberi sinyal bahwa Anda sedang melakukan kesalahan saat sedang bercinta dengan pasangan. Simak juga solusinya.

1 Tidak Terbuka

Seringkali, orang suka enggan mengungkapkan apa yang disukai atau tidak saat berhubungan intim. Jika Anda ingin membahagiakan pasangan, sebaiknya beritahukan pada pasangan Anda apa yang Anda sukai dan tidak.

“Kebanyakan orang menghindari kejujuran, karena khawatir pasangannya akan berpikir dirinya aneh, terlalu rewel, atau membuat pasangannya merasa dikritik,” ungkap Madeleine Castellanos M, MD,(psikiater di Albert Einstein College of Medicine, yang mengkhususkan diri dalam terapi seks.

Menurut Madeleine, ada baiknya bagi Anda untuk mencoba terbuka. Begitu pula sebaliknya, Anda juga harus terbuka dengan saran pasangan. “Cobalah mendengarkan dan menghormati ide-idenya, bukan justru marah atau kesal,” ungkapnya lagi. Selain itu, tiap pasangan juga diharapkan melakukan evaluasi perkembangan seksualnya setiap enam bulan sekali atau lebih.

“Tanyakan pada diri, apakah Anda senang dengan kehidupan seks Anda? Atau apakah ada yang perlu ditambahkan dalam menu seks Anda? Juga, apakah ada masalah besar di luar yang belum dibicarakan?” tambah Madeleine.

2 Perhatian Teralihkan

Pernahkah Anda tiba-tiba memeriksa ponsel di tengah acara bercumbu dengan pasangan? Ingat, salah satu syarat hubungan seks yang baik adalah ketika pikiran, tubuh, dan jiwa benar-benar menikmati momen kebersamaan bersama pasangan.

“Sangat penting bagi Anda berdua untuk mencoba menikmati percintaan tanpa terinterupsi,” ungkap Lada Schwartz, PhD, profesor sosiologi dari Universitas Washington.

Jadi, tinggalkan telepon Anda, tunda dulu memeriksa e-mail, atau mengirim pesan teks. Jangan lupa mengunci pintu ketika Anda akan bercinta. Jika pikiran Anda “mengembara”, bercinta jadi tak mengasikkan lagi. Cobalah kembali fokus dengan mengatur pernafasan.

3 Memberi vs Menerima

Apakah orgasme satu-satunya tujuan Anda? Atau, apakah Anda ingin menerima seks oral namun tak mau memberikan hal yang sama pada pasangan?

Memang, perilaku seks tiap pasangan tidak harus selalu sama. “Tidak semua orang menyukai seks oral. Tapi jika Anda tidak melakukan sesuatu karena tidak ingin terganggu atau egois, itu bisa menjadi masalah,” kata Madeleine.

Sesungguhnya, kenikmatan seksual sendiri memerlukan keseimbangan antara menerima dan memberi. Mulai sekarang, jangan hanya berfokus pada apa yang Anda inginkan saja, ya, tapi perhatikan juga kebutuhan pasangan.

4 Tehnik Membosankan

Bersiap, ambil posisi, mencium, sentuh sini sentuh sana, cari posisi, dan seterusnya. Pola yang Anda terapkan ini belum tentu membuat pasangan Anda puas, apalagi jika dilakukan terus-menerus. Pasangan dapat menjadi bosan, karena gerakan Anda sudah diprediksinya.

“Jika pasangan adalah ‘penghafal naskah’ yang cukup cepat, cara itu tidak akan berhasil,” ujar Ian Kerner, penulis dan konselor seksualitas bersertifikat.

Masih menurut Ian, kenyamanan seks merupakan yang sangat penting bagi kehidupan berpasangan. “Menu yang terlalu stabil bisa menyebabkan kebosanan, dan akan membuat pasangan sulit terangsang,” tandasnya.

Mulai sekarang coba segarkan menu seks Anda. Carilah dan coba hal-hal baru. “Tak harus benar-benar baru. Coba buat menu pembuka dengan sesuatu yang lebih menarik. Misalnya, menggunakan alat peraga seks, bermain peran, dirty talk , cari posisi baru, atau lainnya,” ujar Ian.

5 Kurang Komunikatif

Jika Anda benar-benar diam, pasangan tidak akan mendapatkan “kesenangan” ataupun mengetahui apakah permainan Anda berdua sudah berada di jalur yang benar.

“Menjadi seorang pecinta yang baik artinya juga menjadi seorang komunikator yang baik,” paparnya.

Mulai sekarang, mainkan kata-kata, suara, dan gerakan Anda untuk membantu pasangan mengetahui apa yang kurang dan apa yang Anda inginkan. Selain itu, biarkan diri Anda mengerang atau mendesah, atau menggerakkan pinggul saat merasakan kenikmatan. Komunikasi nonverbal seperti ini juga bisa menunjukkan bagaimana perasaan Anda pada pasangan tanpa perlu berkata-kata.

6 “Terjerat” Film Biru

Apakah Anda merasa payudara Anda tak cukup besar, penis pasangan tak cukup besar, atau pasangan menganggap Anda berpura-pura orgasme hanya karena tidak mengerang keras, layaknya pasangan di film porno?

Pengalaman seks tiap pasangan berbeda-beda, dan apa yang disajikan di film porno tidak selalu baik bagi Anda dan pasangan.

“Banyak orang datang dan berpikir ataupun menganggap fisik atau tubuh mereka tidak normal. Pikiran itu datang hanya karena mereka tidak seperti apa yang mereka lihat atau baca (di media, Red. ),” ungkap Madeleine.

Kecemasan seperti itu bisa membuat pasangan semakin sulit terangsang dan menikmati seks. Yang ada, hanya akan membuat pasangan tertekan.

Posted in: Serba-serbi