Meskipun Hanya 5 Menit Sangatlah Berharga

Posted on 28 Januari 2014 oleh

0


Jam

Seorang ibu duduk di samping seorang bapak di bangku dekat taman bermain di West Coast Park pada suatu minggu pagi yang indah cerah.

“Tuh.., itu putraku yang di situ,” katanya sambil menunjuk ke arah seorang anak kecil berbaju merah yang sedang meluncur turun dipelorotan. Mata ibu itu berbinar, bangga.

“Wah, bagus sekali bocah itu,” kata bapak di sebelahnya. “Lihat anak yang sedang main ayunan di bandulan pakai baju biru itu? Dia anakku,” sambungnya, memperkenalkan.

Lalu, sambil melihat arloji, ia memanggil putranya. “Ayo Jack, bagaimana kalau kita sekarang pulang?”

Jack, bocah kecil itu, setengah memelas berkata, “Kalau lima menit lagi,boleh ya, Pak? Sebentar lagi Pak, boleh kan? Cuma tambah lima menit kok, ya?”

Bapak itu mengangguk dan Jack meneruskan main ayunan untuk memuaskan hatinya. Menit menit berlalu, sang bapak berdiri, memanggil anaknya lagi. “Ayo, ayo, sudah waktunya berangkat?”

Lagi-lagi Jack memohon, “Bapak, lima menit lagilah. Cuma lima menit tok, ya? Boleh ya, Pak?” pintanya sambil menggaruk-garuk kepalanya.

Bapak itu bersenyum dan berkata, “OK lah, iyalah”

“Wah, bapak pasti seorang ayah yang sabar,” ibu yang di sampingnya, dan melihat adegan itu, tersenyum senang dengan sikap bapak itu.

Bapak itu membalas senyum, lalu berkata, “Putraku yang lebih tua, John, tahun lalu terbunuh selagi bersepeda di dekat sini, oleh sopir yang mabuk. Tahu tidak, aku tak pernah memberikan cukup waktu untuk bersama John. Sekarang apa pun ingin kuberikan demi Jack, asal saja saya bisa bersamanya biar pun hanya untuk lima menit lagi. Saya bernazar tidak akan mengulangi kesalahan yang sama lagi terhadap Jack. Ia pikir, ia dapat lima menit ekstra tambahan untuk berayun, untuk terus bermain. Padahal, sebenarnya, sayalah yang memperoleh tambahan lima menit memandangi dia bermain, menikmati kebersamaan bersama dia, menikmati tawa renyah-bahagianya.”

(Oleh : Motivation Planet)

Posted in: Cerpen