Bocah Pemimpi Dan Madu

Posted on 29 Oktober 2014 oleh

0


persahabatanindahnyawordpresscom

Seorang bocah laki-laki yang mempunyai satu stoples besar madu. Karena ia malas, ia menyimpan madu itu di dekat tempat tidurnya. Orangtuanya sudah memintanya agar ia segera menjual madu tersebut. Sayangnya, bocah itu terlalu malas untuk meninggalkan kamarnya.

Sore hari, angin berhembus perlahan ke dalam kamarnya, bocah laki-laki itu pun mulai mengantuk. Meski bocah laki-laki itu tahu bahwa ia harus pergi menjual madu, namun ia memutuskan untuk tidur saja dahulu. Bocah laki-laki itu pun memejamkan mata dan mulai bermimpi. Di dalam mimpinya, ia telah menjual madu dan mendapatkan uang yang banyak. Lalu dengan uang itu, ia pergi bersenang-senang dengan teman-temannya, berpesta, dan bersuka ria.

Dalam mimpinya, ia dan teman-temannya mengadakan pesta dansa. Ada musik yang indah mengalir dan mereka pun berdansa ceria. Bocah lelaki yang malas ini menari dengan begitu bersemangat. Secara tidak sadar, kakinya bergerak-gerak di atas tempat tidur, seakan-akan ia benar-benar berdansa.

Tanpa sadar pula, kakinya yang bergerak seolah berdansa itu pun menendang toples madu yang ada di samping tempat tidurnya. Toples itu pun jatuh ke lantai dan pecah, membangunkan bocah laki-laki itu. Ia dengan segera melihat ke bawah dan terlihat madunya sudah tumpah di atas lantai dan tidak bisa berguna lagi. Menangislah bocah laki-laki itu. Itu berarti ia tidak bisa mendapatkan keuntungan dari penjualan madu tersebut.

Sahabat, dalam hidup kita memang harus memiliki impian agar kita dapat memacu semangat kita. Impian berbeda dengan mimpi, impian adalah sebuah keinginan yang dengan kerja keras dan doa impian bisa kita wujudkan. Sedangkan mimpi hanyalah sebuah hayalan bagi seorang pemalas.

(Oleh : Intisari Online)

Ditandai: , ,