Kelinci Bijak Dan Bodoh

Posted on 9 November 2014 oleh

0


persahabatanindahnyawordpresscom

Dua ekor kelinci, Frederick dan Wanda, sedang menikmati pemandangan dan berjalan bersama-sama. Saat mereka berjalan, mereka menemukan dua buah tanaman wortel. Salah satu wortelnya mempunyai daun yang besar dari bagian atasnya, dan yang lain daunnya kelihatan lebih kecil di permukaan tanah.

Frederick sangat senang, dan ia berlari menuju wortel dengan daun yang lebih besar. “Aku mau wortel yang ini,” katanya dengan bangga, lalu mencabut wortel itu dari tanah.

Wanda mengangkat bahu dan mencabut wortel lainnya, yang ternyata jauh lebih besar. Frederick terkejut dan bertanya bagaimana mungkin hal itu bisa terjadi.

Wanda menatap temannya, dan berkata, “Engkau tidak bisa selalu menilai wortel dari daunnya.”

Mereka terus berjalan dan menemukan lagi sepasang tanaman wortel, juga dengan daun yang berbeda ukuran. Kali ini Frederick mempersilakan temannya memilih yang pertama.

Wanda pun melompat ke setiap wortel, memeriksa, dan mengendusnya dengan hati-hati, dan membuat Frederick terkejut, karena memilih wortel dengan daun yang lebih besar. Ketika mereka masing-masing mencabut wortel pilihannya, Frederick bingung melihat ukuran wortelnya lebih kecil dari Wanda.

“Tadi ‘kan kamu bilang kalau daunnya kecil berarti wortelnya lebih besar,” kata Frederick.

“Tidak,” jawab Wanda. “Kataku jangan menilai wortel dari daunnya. Ini juga penting untuk diingat sebelum berpikir untuk memilih.”

Frederick pun mengangguk dan mereka makan wortel itu sebelum melanjutkan perjalanan. Untuk ketiga kalinya, mereka menemukan tanaman wortel lagi. Lagi-lagi dengan ukuran daun yang berbeda. Frederick tampak bingung dan tidak tahu apa yang harus dilakukan. Wanda mengatakan bahwa Frederick bisa memilih wortel untuk dimakan.

Akhirnya kelinci bodoh itu pura-pura memeriksa setiap wortel, tapi ia benar-benar tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Ia tahu bahwa ia tidak sepandai temannya dan ekspresi  bingung pun terlihat di wajahnya.

Wanda pun tersenyum hangat dan melompat ke sebuah wortel. Ia memeriksanya dan menarik salah satunya. Frederick hanya bisa mengangkat bahu.

“Tidak, Frederick, ini untukmu,” kata Wanda.

“Tapi kau membuat pilihan dan saya yakin pasti wortel pilihanmu lebih besar. Aku tidak tahu bagaimana kau melakukannya, tapi kurasa kau hanya lebih pintar dariku.”

(Oleh : Intisari Online)

Posted in: Cerpen